Ketika hari sudah larut malam, si Tini yang masih kecil menangis dengan sekuat-kuatnya. Bapaknya yang lagi tidur nyenyak pun langsung terbangun.
Bapak : "Kenapa kamu menangis, Tini?"
Tini : "Huu... huu..."
Bapak : "Mau makan?"
Tini : "Nggak mau!"
Bapak : "Mau pipis?"
Tini : "Nggak!"
Bapak : "Ok...! Besok bapak belikan sepeda, yach?"
Tini : "Nggak mau! Huu... huu..."
Bapak : "Lantas maunya apa, Tini?"
Tini : "Itu... huu... huu..."
Bapak : "Itu apa?"
Tini : "Itu..."
Sambil menunjuk jari jempol kaki sang bapak yang merah, karena ada bisulnya.
Bapak : "Kenapa itu?"
Tini : "Tini mau injak!"
Sambil mulai mendekat dan menginjaknya keras-keras.
Bapak : "Auugghhh...!!"
Berteriak menahan sakit yang nggak ketulungan.
Tini : "Hore... hore...!! Berhasil... Berhasil...!!"
sambil jingkrak-jingkrak kegirangan.
No comments:
Post a Comment